Rabu, 27 April 2016

Selamat Jalan, Kyai Ali Mustafa Yaqub

Selamat Jalan, Kyai Ali Mustafa Yaqub
KIBLAT.NET, Jakarta — Kembali, umat Islam Indonesia kehilangan tokoh panutan. Mantan Imam Masjid Istiqlal, Prof. Dr. KH. Ali Mustafa Yaqub, MA tutup usia pagi hari ini, sekitar pukul 06.00 WIB. Informasi yang diterima kiblat.net, beliau wafat pada usia 64 tahun di RS. Hermina Ciputat.
Lahir di Batang, Jawa Tengah, 2 Maret 1952; umur 64 tahun. Cita-citanya untuk belajar di sekolah umum tidak terlaksana, karena setelah tamat SMP ia harus mengikuti arahan orangtuanya, belajar di Pesantren. Maka dengan diantar ayahnya, pada tahun 1966 ia mulai nyantri di Pondok Seblak Jombang sampai tingkat Tsanawiyah 1969. Kemudia ia nyantri lagi di Pesantren Tebuireng Jombang yang lokasinya hanya beberapa ratus meter saja dari Pondok Seblak.
Di samping belajar formal sampai Fakultas Syariah Universitas Hasyim Asy’ari, di Pesantren ini ia menekuni kitab-kitab kuning di bawah asuhan para kiai sepuh, antara lain al-Marhum KH. Idris Kamali, al-Marhum KH. Adlan Ali, al-Marhum KH. Shobari dan al-Musnid KH. Syansuri Badawi. Di Pesantren ini ia mengajar Bahasa Arab, sampai awal 1976.
Salah satu karya Almarhum KH. Ali Mustafa Yaqub
Salah satu karya Almarhum KH. Ali Mustafa Yaqub
Tahun itu juga ia pulang ke tanah air dan kini mengajar di Institut Ilmu al-Quran (IIQ), Institut Studi Ilmu al-Quran (ISIQ/PTIQ), Pengajian Tinggi Islam Masjid Istiqlal, Pendidikan Kader Ulama (PKU) MUI, Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STIDA) al-Hamidiyah, dan IAIN Syarif Hidayatullah, Tahun 1989, bersama keluarganya ia mendirikan Pesantren “Darus-Salam” di desa kelahirannya.
Mantan Ketua Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Riyadh yang aktif menulis ini, kini juga menjadi Sekjen Pimpinan Pusat Ittihadul Muaballighin, Anggota Komisi Fatwa MUI Pusat, Ketua STIDA al-Hamidiyah Jakarta, dan sejak Ramadhan 1415 H/Februari 1995 ia diamanati untuk menjadi Pengasuh/Pelaksana Harian Pesantren al-Hamidiyah Depok, setelah pendirinya KH. Achmad Sjaichu wafat 4 Januari 1995. Terakhir ia didaulat oleh kawan-kawannya untuk menjadi Ketua Lembaga Pengkajian Hadis Indonesia (LepHi).
Di kalangan jurnalis Muslim, sosok KH. Ali Mustafa Ya’qub dikenal sebagai sosok yang ramah dan sangat terbuka. Kepergiannya meninggalkan duka yang mendalam bagi umat Islam, khusussnya di Indonesia. Sebagaimana diterangkan dalam sebuah hadits Nabi SAW, kematian seorang ulama adalah indikasi tercerabutnya ilmu dari umat ini.
Selamat jalan pak Kyai. Semoga Allah melapangkan kuburmu, dan menjadikannya sebagai taman dari taman-taman surga-Nya.
Penulis: Hamdan
Sumber: Wikipedia

1 komentar:

Disqus Shortname

Comments system