Jumat, 18 Desember 2015

MUROQOBATULLOH

MUROQOBATULLOH
        Muroqobah adalah perasaan seorang muslim bahwa Alloh selalu mengawasinya setiap saat.
          Keadaan ini harus bersemayam di dalam hati seorang sehingga ia selalu merasakan bahwa Alloh selalu mengawasinya. Mengetahui apa saja yang ia lakukan baik yang lahir maupun yang batin. Bila hal ini bisa di capai maka ia akan meraih derajat ikhsan. Sebagai mana Rasululloh sabdakan:
اْلإِحْسَانِ، قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ
“Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya, sesungguhnya Dia melihatmu.”
         
         
Berdasarkan hadits di atas, derajat muroqobah seseorang terhadap Alloh memliki dua tingkatan:
          Pertama, seorang merasakan seakan melihat Alloh dalam beribadah kepada-Nya. Artinya ia bias merasakan keagungan asma’ dan sifat Alloh dalam kehidupanya. Saat melihat keindahan alam, maka hatinya teringat tentang pencipta keindahan. Ketia ia melihat satu musibah atau siksa, hatinya langsung teringat Dzat Yang Maha Kuasa. Dalam melihat sesuatu yang kasat mata ini, kemudian hatinya terpaut kepada Dzat Yang Menciptakan segala sesuatu.
          Demikian pula saat melihat ibadah mahdhoh. Ketika ia membaca bacaan sholat, maka ingatan hatinya terpaut kepada Allaoh. Saat membaca “Alhamdulillahirobbil ‘alamin” misalnya, maka hatinya menyaksikan karunia Alloh yang demikian banyak yang layak di syukuri. Saat membaca “Malikiyaumidin” terbayang hatinya betapa Alloh yang maha perkasa saja yang akan menguasai hari pembalasan. Dan demikian seterusnya.
          Ke dua, dia meyakini bahwa Alloh senantiasa melihat dirinya.
          Yaitu perasaan seseorang yang merasa selalu diawasi Alloh dalam setiap perbuatan, ucapan dan kehendak hatinya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Disqus Shortname

Comments system