KIBLAT.NET, Jayapura – Sekretaris Forum Zakat Nasional, Amien Sudarsono menegaskan ada tiga masalah yang hendak dipecahkan bersama oleh Tim Sinergi Bangun Tolikara, menindaklanjuti Tragedi Tolikara yang meletus pada Idul Fitri, 17 Juli 2015.
Pertama, membantu pembangunan Masjid Baitul Muttaqin secara material. Yang kedua, membantu memenuhi kebutuhan pengungsi yang saat ini masih tinggal di kantor bupati lama.
“Ada sekitar empat puluh jiwa belum tertangani dan jatah hidup yang diberikan sangat minim dari pemerintah daerah,” kata Amin kepada Kiblat.net melalui sambungan telepon pada Selasa malam, (25/08).
Menurutnya, bantuan dari pemerintah untuk para pengungsi baru dicairkan sebanyak Rp30 juta. Bantuan itu dikucurkan melalui dua termin. Masing-masing termin sejumlah Rp15 juta. “Selama ini jadi baru Rp30 juta yang dikasih itu,” tambahnya.
Apalagi, tokoh umat Islam sekaligus Imam Masjid Baitul Muttaqin Ustad Ali Mukhtar sering keluar kota, sehingga bantuan dari pihak pemerintah sudah tidak dicairkan lagi.
“Terkait pengungsi nanti coba kita akan cari solusi. Mungkin di sana kita bisa bertemu dan berdiskusi atau berbincang-bincang soal modal usaha atau untuk santunan tunai nanti kita bicarakan,” tutur Amin.
Kemudian, yang ketiga, terkait dana mengenai kurban di Tolikara. Amin menjelaskan, nanti pihaknya bersama Tim Sinergi Bangun Tolikara akan mencari tahu harga sapi dan kambing untuk kurban, mekanisme pengantaran dan sebagainya.
Rencananya, hari ini, (26/08) masalah tekhnis untuk ketiga hal tersebut akan dibahas bersama dengan tokoh Islam di Tolikara, lembaga-lembaga zakat dan lembaga kemanusiaan yang berhimpun di Tim Sinergi Bangun Tolikara.
Sementara itu, Amin melaporkan, proses pembangunan Masjid Baitul Muttaqin sudah berjalan 75 persen. “Sekarang tinggal masang keramik bawah, kalau dinding sudah, atap sudah. Tapi belum ada alas dan belum rapih,” pungkasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar