Jumat, 28 Agustus 2015

ILMU MENGANGKAT DERAJAT SEORANG HAMBA

Ibrah 3

Ayah Abu Yusuf, Ibrahim bin Habib meninggal dunia ketika Abu Yusuf masih kecil. Maka ibunya mengirimnya kepada seorang tukang pencuci pakaian untuk membantu mencuci. Namun kemudian ia tinggalkan tukang cuci  tersebut untuk pergi mengikuti kajian Abu Hanifah. Abu Yusuf pun duduk di samping Abu Hanifah dan mendengarkannya. Namun ternyata ibunya mengikuti dibelakang sampai di tempat kajian tersebut. Lalu ibunya mengajaknya kembali dan mengirimkan lagi ke tukang cuci.

Abu Hanifah memberikan perhatian tersendiri kepada Abu Yusuf karena melihat kehadirannya dan ketamakannya untuk belajar. Ketika kejadian antara Abu Yusuf sering terjadi, maka sang ibu sengaja menemui Abu Hanifah seraya berkata, “Anak itu tidak seperti yang lain. Ia adalah anak yatim yang punya apa-apa. Dan aku berharap agar ia mendapatkan uang recehan untuk memenuhi keperluan dirinya.”
Abu Hanifah menjawab, “Biarkan dia. Dia akan belajar makan faludzaj (poding) yang dibubuhi mentega fustuq (pistachio).” Faludzaj adalah jenis makanan yang biasa disajikan untuk orang-orang besar. Maka Ibu Abu Yusuf pun pergi dengan mengatakan, “Dasar, engkau seorang syaikh yang suka mengigau dan kacau pikirannya.”
Akhirnya Abu Yusuf bisa belajar dari Abu Hanifah. Dan beliau juga memenuhi kebutuhan dari hartanya sendiri. Pada suatu saat ketika selesai kajian Abu Hanifah menyodorkan sebuah bingkisan kepada Abu Yusuf seraya berkata, “Manfaatkan bekal ini.” Ketika dilihat ternyata isinya uang seratus dirham. Abu Hanifah berkata, “Ikutilah terus kajian di sini. Jika bekal habis beritahu aku. Hingga Abu Yusuf dapat mengkuti kajian bersama Abu Hanifah. Belum begitu lama berlalu, Abu Hanifah memberinya seratus dirham lagi dan meminta agar Abu Yusuf disiplin mengikuti kajian. Padahal Abu  Yusuf belum memberitahu keadaan bekalnya, sudah habis atau belum.
Abu Yusuf terus mengikuti kajian Abu Hanifah sehingga akhirnya Allah swt memberikan ilmu yang bermanfaat kepadanya dan mengangkat derajatnya hingga menjadi seorang hakim. Pada suatu saat Abu Yusuf duduk berdampingan dengan Khalifah Harun Ar Rasyid dan makan makan bersama di meja makannya. Pada saat itu makanan yang dihidangkan kepada Harun Ar Rasyid  adalah faludzaj. Harun Ar Rasyid berkata kepadanya, “Ayo makanlah, karena tidak setiap hari makanan ini ada.” Maka Abu Yusuf bertanya, “Jenis makanan apa ini wahai Amirul Mukminin?” Harun Ar Rasyid menjawab, “Faludzaj (poding) yang dibubuhi mentega fustuq (pistachio).” Maka Abu Yusuf pun tertawa, teringat perkataan Abu Hanifah kepada ibunya, bahwa ia sedang belajar makan faludzaj (poding) yang dibubuhi mentega fustuq (pistachio).
Harun Ar Rasyid pun bertanya kenapa Abu Yusuf tertawa. Abu Yusuf menjawab, “Baik-baik saja. Semoga Allahlmemanjangkan umurmu wahai Amirul Mukminin.” Namun Harun Ar Rasyid masih penasaran dan mendesaknya agar berterus terang. Akhirnya Abu Yusuf menceritakan kisah perjalanannya menuntut ilmu kepada Abu Hanifah dari awal hingga akhir. Harun Ar Rasyid pun kagum mendengar cerita Abu Yusuf dan berkata, “Sungguh, aku bersumpah bahwa ilmu memang akan mengangkat derajat dan juga memberikan manfaat bagi agama maupun dunia.” Selanjutnya Harun Ar Rasyid mendoakan Abu Hanifah agar diberi rahmat kemudian berkata, “Sungguh ia melihat dengan akalnya, sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata kepala.”
Maha Benar Allahlyang telah berfirman:
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (Al Mujaadilah: 11)
Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’di t berkata, “Allah swt mengangkat ahli ilmu dan iman beberapa derajat sesuai dengan apa yang dikhususkan oleh Allahl untuk mereka yang berupa ilmu dan iman.”
Demikianlah di antara keutamaan ilmu agama. Ilmu akan mengangkat derajat pemiliknya di dunia maupun di akhirat. Di dunia ia mempunyai kedudukan di hadapan manusia dan di akhirat ia akan dimuliakan oleh Allahl. Wallahu a’lam bish shawwab.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Disqus Shortname

Comments system